Tag: Ungkap

Dokter Ungkap Makin Banyak Usia 30-an Kena Serangan Jantung, Ini Pemicunya


Jakarta

Masalah kesehatan jantung saat ini tidak hanya menyerang kelompok usia tua. Dokter jantung mengungkapkan yang berusia muda dan produktif juga berisiko mengalami penyakit jantung yang mengancam nyawa.

“Saya juga merasakan jaman-jaman kita jaga banyak serangan jantung di usia muda, 30-an akhir sudah serangan jantung. Ya memang makin ke sini makin muda,” ungkap spesialis jantung dan pembuluh darah dr Sebastian Andy Manurung, SpJP(K) dalam agenda ‘Waspada Denyut Nadi Tidak Beraturan’, Kamis (21/9/2023).

Sampai saat ini penyakit jantung masih menjadi salah satu penyumbang kematian terbesar di Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari ketidaktahuan pasien akan risiko yang diidap. Kerap kali pasien datang ke fasilitas kesehatan sudah dalam kondisi fatal.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terlebih beberapa keluhan penyakit jantung memang sering diabaikan pasien. Nyeri dada yang muncul biasanya dianggap keluhan biasa saja.

dr Sebastian menambahkan gaya hidup tidak sehat juga menyumbang prevalensi serangan jantung meningkat di usia muda. Kebiasaan merokok, mengonsumsi makanan berlemak sampai sedentary lifestyle berpengaruh pada angka serangan jantung di usia muda.

“Kegiatan-kegiatan sedentary seperti mager, males naik tangga, males kemana-mana jalan kaki, itu akan mengganggu aktivita kita dan berkaitan dengan obesitas. Obesitas akan berkaitan dengan penyakit jantung koroner, irama jantung,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah dr Bambang Dwiputra, SpJP(K) mengatakan faktor risiko juga berpengaruh pada pasien penyakit jantung. Bahkan kerap kali orang mudah yang terlihat sehat dan rajin olahraga juga mengalami serangan jantung.

Menurut dr Bambang, pada beberapa kasus, faktor pemicu penyakit jantung kerap dialami seseorang tanpa disadari. Salah satunya, berkenaan dengan kondisi tekanan darah tinggi yang rupanya dialami sekitar 30 persen masyarakat Indonesia.

“Jadi inilah yang menjadi concern kenapa ada orang yang rutin berolahraga tapi tiba-tiba dia kena serangan jantung? Mungkin dia secara fisik memiliki kebugaran yang tinggi. Tapi ada faktor risiko lain yang dia punya, tapi dia tidak sadari,” tandas dr Bambang.

Simak Video “Ini 5 Kebiasaan yang Bikin Jantung Sehat
[Gambas:Video 20detik]
(kna/vyp)

Mr P Sering Kejepit Ritsleting? Dokter Ungkap Kebiasaan yang Jadi Penyebabnya


Jakarta

Seorang pria di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, harus mendapatkan bantuan pemadam kebakaran (Damkar) gegara alat kelaminnya tersangkut di ritsleting celananya sendiri. Pihak Damkar melaporkan, insiden tersebut terjadi pagi hari terjadi ketika korban sedang tidur.

“Pelapor sedang tidur, lalu ingin merapikan ritsleting, lalu terjepit di alat kelaminnya, lalu pelapor datang ke Sektor Pasar Minggu dan ditindaklanjuti,” ungkap Kasudin Gulkarmat Jaksel Syamsul Huda dikutip dari detikNews, Selasa (19/9/2023). Proses evakuasi kemudian berlangsung selama 20 menit dengan bantuan alat tang.

Terpisah, Ketua Umum Asosiasi Dokter Khitan Indonesia (ASDOKI) dr Darsono menjelaskan kasus penis terjepit ritsleting celana paling banyak dialami oleh anak-anak berusia 12 tahun ke bawa, remaja, atau dewasa yang tidak disunat.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Biasanya tidak menggunakan celana dalam. Karena ujung kulit penis yang tidak disunat kulit preputium rentan ikut terjepit saat tidak sengaja menutup resleting nya, tanpa melihat saat menutup resleting nya,’ terangnya saat dihubungi detikcom, Selasa (19/9).

Umumnya untuk menangani kondisi serupa, dokter dari ASDOKI memberikan anestesi lokal, kemudian melepaskan kulit yang terjepit. Karena kulit tersebut bisa robek sedikit maupun besar, dokter biasanya menyarankan pasien untuk disunat.

“Dengan disunat sangat membantu untuk membuang sekalian kulit yg bekas terjepit tersebut sehingga membuat penis jadi terbuka di area sulcus coronarius (leher penis) dan sangat menguntungkan untuk kesehatan dan kebersihan organ reproduksi laki-laki tersebut,” ujar dr Darsono.

Ia juga menjelaskan, jika luka robekan bekas terjepit ritsleting tersebut tidak kemudian disunat, salah satu risiko yang mungkin terjadi adalah timbul jaringan parut di bekas luka sehingga elastisitas saat ereksi menjadi berkurang.

Simak Video “Perjuangan Indra Bruggman Lawan Hipertiroid
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)

Dokter Anak Ungkap Tiap Hari Ada 200 Bayi di RI Meninggal, Ini yang Jadi Pemicu


Jakarta

Masalah pernapasan dapat menjadi masalah besar pada bayi yang baru dilahirkan. Tingginya angka kematian bayi yang baru lebih paling banyak disebabkan oleh masalah pernapasan.

Dokter spesialis anak Prof Dr dr Rinawati Rohsiswatmo, SpA(K) buka suara terkait masalah pernapasan yang dialami bayi. Prof Rinawati mengatakan bahwa persentase potensi bayi yang baru lahir mengalami masalah pernapasan adalah sekitar 10 persen.

Prof Rinawati menjelaskan masalah pernapasan seperti asfiksia yang dialami oleh bayi yang baru lahir memerlukan penanganan khusus. Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut berpotensi besar menyebabkan kematian pada bayi. Angka kematian bayi yang baru lahir di Indonesia sangatlah besar.

“Risiko terbesar masalah pernapasan yang bisa dialami bayi itu bahkan bisa membuat bayi meninggal dunia,” katanya ketika ditemui di Jakarta Pusat, Senin (14/8/2023).

“Setiap hari kalau dihitung angka kelahiran di Indonesia itu kan sekitar 5 juta ya. Nah, dalam satu hari itu ada 200 bayi yang meninggal di seluruh Indonesia. Kasus kematian itu 70 persen karena masalah penyakit pernapasan,” sambungnya.

Selain masalah pernapasan, Prof Rinawati mengatakan umumnya penyebab kematian pada bayi yang baru lahir disebabkan oleh kelahiran prematur dan juga masalah kesehatan bawaan.

“Yang masuk kategori bayi itu kan yang usia 0-1 tahun ya. Di antaranya itu paling banyak kasus kematian bayi baru lahir itu dalam 24 jam pertama sampai seminggu pertama,” jelasnya.

“Indonesia itu nomor lima tertinggi di Asia Tenggara untuk jumlah kematian bayi baru lahir. Kita kalah sama Singapura, Thailand, dan Vietnam untuk persoalan ini,” pungkasnya.

Simak Video “Operasi Pemisahan Bayi ‘Berkaki 6’ di Lombok Dilakukan Akhir Pekan
[Gambas:Video 20detik]
(avk/kna)

Pakar Ungkap Ukuran Ideal Mr P yang Bikin Wanita Terasa ‘Melayang’


Jakarta

Bagi kaum pria, ukuran Mr P atau penis menjadi hal yang sangat penting. Hal ini termasuk masalah yang sensitif dan sering diperdebatkan bagi banyak pria.

Ukuran penis dianggap berkaitan dengan harga diri atau berpengaruh pada durasi saat berhubungan seks. Bahkan, banyak yang beranggapan ukuran penis juga mempengaruhi kepuasan pasangannya.

Memang berapa sih ukuran penis yang disukai wanita?

Untuk mengetahuinya, tim ilmuwan dari University of New Mexico dan University of California melakukan studi yang melibatkan 75 wanita dengan usia antara 18 hingga 65 tahun. Mereka diminta untuk memilih antara 33 model 3D dari penis saat ereksi dalam berbagai ukuran.

Dikutip dari laman Mensxp, hasilnya menunjukkan bahwa 6,3 inci atau sekitar 16 cm adalah panjang penis yang sempurna. Menurut penelitian, wanita lebih menyukai ukuran penis yang berbeda untuk situasi yang berbeda juga.

Ahli urologi dan pakar seks Dr Rena Malik pun ikut menanggapi pertanyaan kuno soal apakah ukuran penis itu penting atau tidak saat bercinta.

“Sebagian besar wanita benar-benar membutuhkan rangsangan klitoris untuk mencapai klimaks. Tapi, banyak juga wanita yang tidak mencapai orgasme hanya melalui penetrasi vagina,” katanya yang dikutip dari Men’s Health, Rabu (9/8/2023).

“Penetrasi vagina bisa sangat menyenangkan, dan beberapa wanita bisa mengalami orgasme melalui seks vaginal, tapi itu jauh lebih jarang,” lanjutnya.

Dr Malik menjelaskan bagi wanita yang sangat sensitif terhadap rangsangan vagina dan leher rahim mungkin membutuhkan ukuran penis yang lebih panjang. Menurut mereka, itu akan lebih memuaskan karena bisa dengan mudah menjangkau dan merangsang area tersebut.

Namun, di sisi lain bagi wanita yang kurang responsif, mungkin ukuran penis bukan menjadi hal yang terlalu penting lagi.

“Di sisi lain, wanita yang kurang responsif terhadap rangsangan penis pada vagina dan leher rahim mungkin akan lebih sulit mencapai orgasme vagina. Oleh karena itu, bagi mereka, ukuran penis mungkin kurang penting,” jelasnya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Dr Malik menegaskan pentingnya stimulasi klitoris. Itu merupakan cara yang jitu dan konsisten untuk mencapai orgasme yang tidak memerlukan penis dengan ukuran panjang dan tebal tertentu.

Maka dari itu, dia mendorong agar para pasangan suami istri lebih terbuka tentang apa yang mereka sukai dan membuatnya nyaman saat berhubungan seks.

Simak Video “Populasi Menurun dalam 60 Tahun, Generasi Muda China Enggan Berkeluarga
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)

Yakin Vape Lebih Aman dari Rokok? Dokter Ungkap Sederet Dampak Gangguan di Mulut

Jakarta

Beberapa orang meyakini, penggunaan vape dan rokok elektrik bisa menjadi solusi untuk berhenti mengkonsumsi rokok konvensional. Padahal menurut dokter, pengguna rokok elektrik juga tak lepas dari risiko masalah kesehatan.

Dokter di Great North Children’s Hospital di Newcastle, dr McKean menjelaskan, seiring waktu, semakin banyak jumlah anak yang mengalami penyakit paru-paru akibat nge-vape. Seiring itu, dokter gigi juga mengungkapkan adanya gangguan pada mulut sebagai efek penggunaan vape. Salah satu yang kini marak dibahas, yakni fenomena ‘lidah vape’.

Kondisi tersebut menyebabkan lidah cenderung mati rasa, bahkan tidak lagi bisa mengecap rasa dari makanan dengan baik.

“Lidah vape adalah saat Anda mulai kehilangan selera karena terlalu banyak vaping, dan ini benar-benar meningkat karena popularitas vape sekali pakai yang memiliki semua rasa konyol ini,” ungkap seorang dokter yang biasa disapa dr Stewart dalam unggahan Tiktok-nya, dikutip dari Mirror News UK, Jumat (28/7/2023).

Picu Masalah di Hidung

Selain itu memicu masalah pernapasan dan mulut, kebiasaan nge-vape juga diyakini dapat memicu masalah pada hidung berupa menurunnya kemampuan mencium bau.

“Vaping juga dapat menyebabkan hidung tersumbat dan berdampak negatif pada kemampuan seseorang untuk mencium, dan kemampuan untuk mencium sejalan dengan kemampuan untuk merasakan,” terang pihak Fisher Pointe Dental.

“Orang-orang akhirnya benar-benar mencambuk vape ini dan itu menyebabkan peningkatan nikotin yang sangat besar dan mulut yang benar-benar kering sehingga kadang-kadang Anda kehilangan indra perasa sepenuhnya,” sambungnya.

Simak Video “Aturan Vape di Indonesia Bakal Diperketat
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/suc)

Bumi Makin Panas, Ilmuwan Ungkap Ngerinya Efek Suhu Ekstrem di Tubuh Manusia


Jakarta

Bumi mencatatkan rekor terpanas pada 4 Juli lalu. Di hari itu, suhu bumi mencapai 17,01 derajat Celcius, melampaui rekor sebelumnya pada 24 Juli yakni 16,92 derajat Celcius.

Saat ini para ilmuwan telah mengeksplorasi batas suhu yang dapat ditoleransi dengan aman oleh manusia. Para peneliti dari University of Roehampton di London mengatakan mereka telah mempertajam kisaran suhu di mana tubuh mulai berfungsi kurang optimal.

Diberitakan Healthline, menurut Prof Lewis Halsey dan tim risetnya, upper critical temperature (UCT) kemungkinan berada di antara 40°C dan 50°C.

Memahami suhu yang bisa ditolerir tubuh menjadi penting karena terkait dengan laju metabolisme yang meningkat. Suhu ekstrem juga memiliki implikasi besar bagi pekerja, atlet, pelancong, dan praktisi medis.

Untuk penelitiannya, Halsey dan tim risetnya meminta 13 orang dewasa di bawah usia 60 tahun berbaring di sebuah ruangan dan memaparkan mereka pada suhu dan tingkat kelembapan yang berbeda selama satu jam. Para peneliti mengukur tingkat metabolisme istirahat atau resting metabolic rate, suhu inti, tekanan darah, detak jantung, dan laju pernapasan.

Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat metabolisme istirahat orang meningkat ketika mereka menghadapi suhu setidaknya 40 derajat Celcius.

Sebagai dasar perbandingan, para peneliti menggunakan 28 derajat Celcius dengan kelembapan 50 persen, karena manusia dapat mempertahankan suhu inti tubuh mereka dengan nyaman dalam kondisi tersebut.

Pada 40 derajat Celcius dan kelembapan 25 persen, tingkat metabolisme peserta meningkat rata-rata 35 persen dibandingkan dengan baseline, tetapi suhu inti tubuh mereka tidak naik.

Namun, pada suhu 50 derajat Celcius dan kelembapan 50 persen, suhu inti manusia naik rata-rata 1 derajat Celcius. Tingkat metabolisme orang juga naik 56 persen, dan detak jantung mereka naik 64 persen.

Halsey, yang secara pribadi berpartisipasi dalam eksperimennya, mengatakan bahwa lingkungan pada suhu 50 derajat Celcius “cukup suram”, karena keringat pun tidak dapat mendinginkan tubuh.

Halsey memperkirakan bahwa jika peserta tetap tinggal di ruangan dengan suhu 50 derajat Celcius dengan kelembapan 50 persen untuk waktu yang lama, mereka mungkin tidak akan selamat, meskipun para peneliti tidak yakin seberapa banyak paparan akan berakibat fatal.

“Mereka pada akhirnya akan mati, karena suhu inti mereka akan terus meningkat,” kata Halsey. “Tubuh akan berjuang untuk membuang panas.”

Orang dengan masalah jantung dan paru-paru yang sudah ada sebelumnya paling rentan terhadap panas ekstrem, bersama dengan orang dewasa yang lebih tua, orang hamil dan bayi baru lahir.

Simak Video “Sejumlah Kota-kota Besar di China Dilanda Suhu Panas Ekstrem
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)

Sering Salah Kaprah, Dokter Gizi Ungkap Susu Oat Tak Cocok untuk Diet

Jakarta

Saat mulai menjalani program diet, kebanyakan orang akan mengganti beberapa produk yang biasa dikonsumsi dengan yang lebih sehat. Salah satu yang paling dipilih adalah oat milk atau susu oat.

Tapi, ternyata susu oat itu tidak cocok dikonsumsi untuk orang yang sedang diet. Menurut dokter spesialis gizi klinik dr Christopher Andrian, MGizi, SpGK, susu oat belum tentu membantu seseorang untuk menurunkan berat badan.

“Lihat komposisinya. Oat itu (sumbernya) karbohidrat yang mendominasi. Kalau dibikin susu, susunya tinggi akan karbohidrat,” jelas dr Christopher saat ditemui di Jakarta Pusat, Jumat (7/7/2023).

dr Christopher mengatakan sebagian orang yang sedang diet bahkan menambahkan susu oat dengan oat. Itu sama saja menggandakan jumlah asupan karbohidrat.

Padahal, bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan disarankan untuk membatasi jumlah karbohidrat.

“Kebayang nggak karbohidrat plus karbohidrat, sama dengan makan nasi goreng pakai nasi putih,” kata dr Christopher.

“Turun nggak berat badan? Nggak, karena karbohidratnya banyak sekali di situ,” sambungnya.

NEXT: Apa Itu Susu Oat?

Simak Video “Tips Diet ala Fadli Zon yang Berat Badannya Turun 32 Kg
[Gambas:Video 20detik]

Viral Cuitan SBY soal Mimpi, Dokter Tidur Ungkap Fakta Medis di Baliknya

Jakarta

Baru-baru ini Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku bermimpi soal Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua PDIP Megawati Soekarnoputri. Mimpi tersebut ia sampaikan langsung melalui akun Twitter resminya @SBYudhoyono, karena diberi tanda SBY.

Banyak yang berspekulasi bahwa mimpi SBY adalah gambaran Pemilu 2024 akan berjalan dengan damai.

“Saya bermimpi, di suatu hari Pak Jokowi datang ke rumah saya di Cikeas untuk kemudian bersama-sama menjemput Ibu Megawati di kediamannya. Selanjutnya kami bertiga menuju Stasiun Gambir,” cuit SBY.

Tahap Tidur Hingga Bermimpi

Spesialis tidur dr Andreas Prasadja, menjelaskan bagaimana seseorang tidur sampai masuk ke tahap mimpi. Pada tahap awal, dinamakan sebagai tahap N1. Artinya, pada tahap ini seseorang dalam keadaan rileks, semua suara masih terdengar, pikiran mulai ke sana kemari, namun secara luar terlihat seperti sudah tidur.

“Dari N1 pelan-pelan masuk N2, nah itu kita sudah tidak sadar dengan dunia sekitar. Itu kita sudah tidur tuh. Nah kemudian masuk N3, ini merupakan tahap tidur dalam. Kalau dipanggil-panggil sudah tidak bangun harus diguncang-guncang baru bangun,” ucap dr Ade, sapaannya, saat dihubungi detikcom, Selasa (20/6/2023).

Setelah tahap tidur mencapai N3, akan naik lagi ke tahap tidur sedang, kemudian masuk ke dalam tahap tidur Rapid Eye Movement (REM) tahap tidur mimpi. Siklus tidur mimpi berlangsung kira-kira 90-110 menit, dan akan berulang-ulang sepanjang malam, bisa 4-6 kali.

Mengapa Orang Bermimpi?

Menurut dr Ade, mimpi terbentuk dari sinyal otak yang awalnya berasal dari batang otak. Kemudian menyebar ke permukaan otak secara acak (random). dr Ade juga mengatakan bahwa mimpi erat kaitannya dengan memori jangka pendek dan panjang.

dr Ade menuturkan, seseorang bisa saja mengingat mimpinya ketika bangun tidur apabila mimpi itu berkesan. Sebaliknya, jika mimpi tersebut tidak penting dan jelas, dr Ade menyebut seseorang bisa saja tidak mengingatnya saat bangun tidur.

“Sayangnya sampai saat ini kita belum ada alat untuk merekam isi mimpi. Sehingga, penelitiannya belum luas,” ungkap dr Ade.

“Kita kalau di penelitian mimpi tuh masih nanya ‘tadi mimpinya apa?’ ‘tadi mimpinya gimana?’ berdasarkan ingatan dari subjek,” sambungnya.

Ia juga menambahkan, ada dua kemungkinan apabila seseorang tidak mengalami mimpi ketika tidur. Kemungkinannya yaitu tidak ingat atau terbangun jauh dari tahap REM.

“Pasti mimpi. Atau terbangun jauh dari tahap tidur mimpi (REM),” imbuhnya.

NEXT: Tafsir Mimpi SBY Menurut Medis

Viral Tradisi Gebrak Bayi Biar Nggak Kagetan, Dokter Anak Ungkap Bahayanya

Jakarta

Media sosial tengah dihebohkan dengan video viral seorang bayi berusia 9 hari dikagetkan dengan cara menggebrak sekitarnya. Disebut-sebut hal ini merupakan suatu tradisi dari suku Jawa.

Dalam video tersebut, bayi diletakkan di atas kasur dengan busana lengkap. Kemudian seorang wanita menggebrak sekeliling dekat bayi tersebut menggunakan benda yang telah dilapisi kain.

Prosesi itu dinilai agar si kecil tidak mudah kaget saat dewasa. Dalam video, tampak sang bayi kaget mendengar suara pukulan kasur yang keras itu.

Menanggapi hal tersebut, dokter spesialis anak, dr Ratih Puspita SpA, mengungkapkan “kagetan” pada bayi sebenarnya merupakan refleks moro, biasanya dialami oleh bayi baru lahir sampai usia beberapa bulan.

Refleks moro merupakan hal normal yang dialami oleh bayi baru lahir. Bahkan, bayi kadang-kadang bisa terkejut karena gerakan yang ia lakukan sendiri.

“Refleks ini sama sekali tidak berbahaya bagi kesehatan bayi, malah justru merupakan tanda normal dari sistem saraf bayi. Jika tidak ada refleks ini justru pertanda bahwa ada yang tidak normal pada bayi tersebut,” ucapnya saat dihubungi detikcom, Jumat (9/6/2023).

Adapun refleks ini dapat muncul jika bayi mendengar suara keras, perubahan ketinggian atau misalnya ketika diangkat dari tempat tidur, atau saat tidur.

Di samping itu, dr Ratih mengingatkan menggebrak bayi dan mengagetkan bayi merupakan stimulasi yang tak wajar dan berlebihan. Bahkan bisa berisiko hingga menyebabkan trauma pada bayi.

“Padahal seorang bayi butuh rasa nyaman dan aman,” ucapnya lagi.

Simak Video “Cara Memastikan Perasaan saat Jatuh Hati dengan Sepupu di Momen Lebaran
[Gambas:Video 20detik]
(suc/suc)

Kemenkes Ungkap 2 Wilayah KLB Rabies di RI, Sudah Separah Apa Kondisinya?

Jakarta

Kementerian Kesehatan RI menyoroti, jumlah kasus rabies di Indonesia sempat melonjak pada 2022. Berlanjut pada 2023, sejauh ini, sudah ada 31 ribu kasus rabies akibat gigitan hewan, 11 di antaranya meninggal dunia.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Imran Pambudi mengatakan ada beberapa wilayah dengan kasus rabies tertinggi di tahun 2023, yakni:

  • Bali
  • Nusa Tenggara Timur
  • Sulawesi Selatan
  • Kalimantan Barat
  • Sumatera Barat
  • Sulawesi Utara.

“Dan kasus kematian paling banyak justru saat ini yang tercatat ada 3 kematian di Sulawesi Selatan,” tutur Imran dalam konferensi pers virtual, Jumat (2/6/2023).

Imran juga melaporkan, kini ada dua wilayah di Indonesia yang telah menyatakan rabies sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Jadi yang kami dapat laporannya baru ada 2 kabupaten yang menyatakan KLB, yaitu Kabupaten Sikka di NTT dan Kabupaten Timor Tengah Selatan,” kata Imran.

“Pulau timor itu tidak pernah melaporkan kasus rabies. Jadi begitu ada satu kasus, itu sudah dianggap bahaya banget,” jelasnya.

Dalam penjelasannya, Imran juga menjelaskan gejala awal rabies pada manusia yang perlu diwaspadai. Berawal dari demam dan letih-lesu, hingga kemudian muncul fobia pada air (hidrofibia) dan cahaya (fotofobia).

“Insomnia, sakit kepala hebat, kemudian sering ditemukan nyeri. Ini yang akhirnya membuat kaku sehingga dia tidak bisa menelan. Kemudian setelah itu lanjut ke rasa kesemutan, kemudian panas di lokasi gigitan,” ungkap Imran.

“Kemudian timbul fobia yaitu hidrofobia. Dia takut air. Kemudian aerofobia, kemudian fotofobia jadi dia takut dengan cahaya akhirnya meninggal dunia,” pungkasnya.

Simak Video “Mengenal Gejala Rabies, Penyebab Balita di Sikka Meninggal Dunia
[Gambas:Video 20detik]
(sao/vyp)